Malam itu Aku Datang Terlambat
Malam itu aku datang terlambat.
Terlihat dari kejauhan beberapa teman yang telah ku ketahui sejak lama. Aku mengamati seluruh kawan yang datang ke kedai kopi itu. Mataku dengan cepat tertuju padamu. Hatiku sedikit berdesir. Ah manis sekali dirimu ternyata. Aku cepat menyadari kalau itu kamu. Aku telah mencari tahu tentangmu sebelum pertemuan malam itu. Profil daringmu sungguh mengesankan. Fotomu yang kau pasang di tampilan gambar pun cukup lucu. Bagaimanapun juga, kamu yang asli tetap jauh lebih mengenakkan mata.
Aku segera mengetahui, bahwa pada malam itu, aku telah jatuh hati pada dirimu. Aku sangat berusaha untuk mengatur ritme perasaanku. Ditambah lagi, saat aku kebingungan mencari tempat duduk, kau segera bangun dan memberikan kursimu untukku. Aduhai sungguh gentleman sekali dirimu. Kau pun bergegas mencari kursi lain untuk dirimu duduki. Dan kau menggeser kursi barumu itu di sebelahku. Sesungguhnya aku takut kau bisa mendengar detak jantungku saat itu. Beruntunglah desibel detak cardia-ku yang sangat rendah tidak bisa didengar oleh dirimu.
Malam itu aku tidak bisa menyembunyikan senyumku yang sangat sumringah. Aku sangat bersuka cita malam itu. Sudah lama aku tidak mendamba seseorang. Salah satu temanku bertanya apakah dirimu mengesankan. Aku hendak segera menjawabnya dengan jawaban "Iya!" dengan sangat meyakinkan, namun aku urungkan. Aku berusaha menjawab dengan jawaban diplomatis agar aku tidak terlalu terlihat mengagumimu. Hahaha walaupun kini aku menyesal melakukannya.
Dirimu sungguh mudah membawa pembicaraan menjadi lebih hidup. Aku pun dengan mudah mengimbangi topik yang kau sampaikan. Sesekali kau lemparkan candaan. Aku tertawa lepas. Setiap aku tertawa, tingkat kekagumanku kepadamu bertambah. Di saat itu pula, aku berpikir bagaimana cara mendapatkanmu. Malam itu aku sangat bahagia. Sayangnya aku harus bergegas pulang. Ibuku telah mencariku. Selama perjalanan pulang, aku yang tak bisa menahan kegembiraan ini, bercerita kepada 2 orang temanku melalui aplikasi mengobrol daring. Kebetulan, ke-2 temanku ini juga mengenal baik dirimu. Oleh karena itu, aku bercerita kepada mereka, karena mereka mengetahui tentang dirimu. Mulai dari sini, kebodohan diriku dimulai.
Kita sebut saja ke-2 temanku ini bernama Anggrek dan Mawar. Aku berkata kepada mereka berdua bahwa aku telah jatuh hati kepada dirimu. Anggrek merespon kisahku malam itu selayaknya teman perempuan memberi komentar kepada temannya yang sedang dimabuk asmara. Namun, aku menyadari ada sesuatu yang aneh dengan umpan balik yang diberikan oleh Mawar. Karena aku terlalu bahagia, aku tidak terlalu mempedulikan respon tersebut pada akhirnya.
Keesokan harinya saat aku sedang di jalan menuju lokasi tempat kerjaku, Anggrek yang kebetulan berteman dekat juga dengan Mawar tiba-tiba memberikanku pesan singkat daring, dimana isinya menjelaskan bahwa dia memberikanku peringatan untuk jangan berharap kepada dirimu, karena dirimu sedang mendekati Mawar. Aku otomatis tertawa membaca pesan tersebut. Kenapa hidup ini kadang terlalu inisiatif untuk memberikan hal yang tidak terduga. Aku merasa orang paling bodoh. Tidak bisa dibohongi aku pun merasa gengsi. Namun, nasi sudah menjadi bubur, aku pun berusaha menerima fakta tersebut, walaupun itu sulit.
Teruntuk dirimu dan Mawar, aku doakan yang terbaik untuk kalian ♡
-Hani Awaliyah
0 comments:
Post a Comment